Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 01 Februari 2010

PROFIL SEKOLAH             
Ditengah-tengah kondisi bangsa Indonesia yang kini sedang dilanda krisis berkepanjangan, khususnya di bidang pendidikan, bangsa Indonesia memerlukan beberapa sosok lembaga pendidikan yang dapat turut memberikan kepercayaan diri kepada masyarakat dan bangsa dalam upaya membantu mengentaskan krisis kompetensi pendidikan di Indonesia. Rasionalnya, lembaga pendidikan dapat memberikan jawaban kepada orang tua dan peserta didik terhadap upaya pembekalan ilmu dan keterampilan, sehingga dapat mengadaptasikan diri di lingkungan masyarakat dimana ia tinggal.

        Permasalahan umum bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat menengah ke bawah, banyaknya siswa putus sekolah dengan alasan tidak mampu membayar biaya sekolahnya, sedangkan siswa tersebut ketika keluar (drop out) dari sekolahnya dan memasuki lingkungan masyarakatnya, ia belum memiliki bekal yang cukup. Permasalahan lain adalah pada pemerataan hak mendapatkan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, namun mereka diantaranya memiliki putra dan putri yang berpotensi akan kecerdasan dan kepintarannya.
        Permasalahan kedua adalah pada sistem dan kompetensi pendidikan sekolah yang didapat peserta didik dapat/tidaknya menjamin pada orientasi peningkatan kompetensi, secara struktural-konstruktif apakah dapat membangun kepribadian serta kemandirian peserta didik. Fenomena yang terjadi di lapangan, banyak ditemukan bahwa sistem pembelajaran diberlakukan kepada semua peserta didik secara  merata dengan pertimbangan tunggal pada persyaratan administrasi keuangan, tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan potensi kemampuan dan kreatifitas bidang-bidang khusus yang dikuasai dari masing-masing individu siswa. Dengan kata lain reward pada siswa dalam kategori khusus tidak diberlakukan secara nyata.

Dengan pertimbangan beberapa hal tersebut di atas, dengan melihat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta persaingan hidup dalam kancah kompetisi global, kami Yayasan Dimas Prasetyo bermaksud untuk mendirikan lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama “Sekar Pertiwi” dengan menawarkan sistem pendidikan berbasis “Budaya lokal berwawasan global” sehingga siswa mendapatkan kepercayaan diri di tengah-tengah arus budaya global. Upaya ini sebagai salah satu dukungan terhadap program pemerintah dalam merealisasikan program wajib belajar 9 tahun. Salah satu metode pendekatan yang diunggulkan adalah mengali potensi  kemampuan dan memupuk kratifitas peserta didik menjadi anak yang berkepribadian dan berkeyakinan akan potensi kemampuan dirinya yang dapat diteruskan pada jenjang pendidikan selanjutnya, maupun dalam kehidupan masyarakat di lapangan (apabila tidak mampu melanjutkan lagi) serta merekomendasikan pada jalur-jalur sekolah tertentu sesuai dengan bakat, minat dan prestasi anak. 

Visi
Pusat pengembangan sistem pendidikan Sekolah Menengah Pertama tiga tahun dengan mengutamakan proses pendidikan observasi langsung pada nilai-nilai Sains, Teknologi dan Seni relevansinya terhadap realitas kehidupan dengan menumbuhkembangkan kecerdasan dan kreatifitas, memiliki jiwa keimanan, toleransi, demokratis dan cinta sesama menuju generasi yang unggul kompetitif, berjiwa lokal dan berwawasan global.




Misi
·        Mengembangkan program pembelajaran yang mampu membina kecerdasan spiritual, intelekstual, dan emosional sesuai dengan kebutuhan perkembangan individu peserta didik.
·        Menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan demokratis untuk membantu perkembangan kecerdasan dan kreatifitas siswa sesuai minat dan bakatnya secara optimal.
·        Mengembangkan model pembelajaran berbasis observasi dan aplikasi sains, teknologi dan seni terhadap realitas dan nilai-nilai kehidupan di masyarakat.
·        Menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan kreatifitas dan kemampuan (life skill) bidang seni, desain dan teknologi serta nilai-nilai entrepreneur sebagai upaya membangun jiwa kemandirian.

Tujuan
·        SMP SEKAR PERTIWI menjadi suri tauladan dalam pelaksanaan program pembelajaran yang mampu membina kecerdasan spiritual, intelekstual, dan emotional quotion (EQ) sesuai dengan kebutuhan perkembangan individu peserta didik.
·        SMP SEKAR PERTIWI menjadi model lingkungan akademik yang kondusif dan demokratis untuk membantu perkembangan kecerdasan dan kreatifitas siswa sesuai minat dan bakatnya secara optimal.
·        SMP SEKAR PERTIWI menjadi model pembelajaran berbasis observasi dan aplikasi sains, teknologi dan seni terhadap realitas dan nilai-nilai kehidupan masyarakat di tingkat Sekolah Menengah Pertama.
·        SMP SEKAR PERTIWI menjadi model penyelenggaraan pendidikan ekstra kurikuler pembinaan dan pelatihan kreatifitas dan kemampuan (life skill) bidang seni, desain dan teknologi serta nilai-nilai entrepreneur sebagai upaya membangun jiwa kemandirian di tingkat Sekolah Menengah Pertama.

Kurikulum
·        SMP SEKAR PERTIWI berpedoman pada Kurikulum Nasional Sekolah Menengah Pertama Berbasis Kompetensi tahun 2004 yang disempurnakan menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang berlandaskan pengembangan IPTEKSS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Spiritual dan Seni).
·        Penyelenggaraan sekolah mengutamakan aspek kecerdasan, kreatifitas, emotional quotion (EQ), spiritual, seni dan budaya.
·        Penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kebutuhan perkembangan siswa, serta bimbingan konseling.
·        Pelayanan pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
·        Pengenalan ICT (Information and Communication Technology) melalui pembelajaran komputer bagi seluruh siswa, dan pelayanan pengembangan minat dan bakat komputer desain melalui pembelajaran komputer desain bagi kelas minat pilihan.

Tim Pengembang dan Dosen Mitra
Dosen ITB, STSI dan UPI (S2 dan S3) yang berpengalaman dalam bidang Sains, Teknologi, dan Seni terapan sebagai mitra sekolah dan guru dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sekolah.



Tenaga Pengajar
Lulusan dari beberapa PTS/PTN dengan kualifikasi S1 dan  S2 yang diseleksi secara profesional berdasarkan hasil penilaian tim penyeleksi secara objektif, sesuai Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 yang diterbitkan oleh BSNP dalam ketentuan Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Kegiatan Belajar
Waktu belajar siswa berlangsung dari pukul 07.00 – 13.00, Sholat Dzuhur bersama, Siswa diberi tanggung jawab penuh atas keamanan dan kebersihan fasilitas sekolah, Ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai jadwal dan kelas pilihan masing-masing siswa secara bersamaan, Sholawat nabi serta membaca Al-Quran (bagi yang muslim) dan olah raga pernafasan menjadi bagian kegiatan belajar mengajar (setiap hari sebelum masuk kelas).

Jumlah Peserta Didik
Kelas VII berjumlah dua puluh lima orang, dan Kelas VIII berjumlah tiga puluh orang.
Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran mengacu kepada :
1.      Kecintaan kepada pengajar.
2.    Metode pengajaran terfokus pada kondisi peserta didik (transfer kompetensi bukan transfer materi) dengan memperhatikan prinsip-prinsip konstrukstivisme.
3.    ketegasan sikap dan sistem pembelajaran.
Guru bidang studi berdasarkan kompetensi dan keahlian berdasarkan sertifikasi yang dimiliki.
Memerhatikan kebutuhan siswa dalam mengatasi kesulitan belajar atau pengembangan kemampuan minat dan bakatnya.
Fleksibilitas kelas melalui penyelenggaraan belajar mengajar di dalam maupun di luar ruangan disesuaikan dengan materi dan tema pembelajaran.
Mengembangkan evaluasi persuasif dengan memperhatikan tes dan non tes sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian berbasis capaian kompetensi minat dan bakat.